Perbedaan Sifat Organoleptik dan Kandungan Zat Gizi Makro Roti Tawar Nutriloaf dengan Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dan Beras Merah (Oryza nivara)
DOI:
https://doi.org/10.69503/exgnvt78Keywords:
Sifat Organoleptik, Zat Gizi Makro, Tepung Kedelai, Beras MerahAbstract
Salah satu contoh makanan yang dikonsumsi sebagai makanan ringan di Indonesia saat ini adalah roti. Roti tawar umumnya berbahan dasar terigu protein tinggi. Substitusi tepung kedelai dan beras merah menambah kandungan gizi khususnya protein pada roti tersebut. Tujuan penelitian yaitu menganalisa beda sifat organoleptik dan kandungan zat gizi makro roti tawar Nutriloaf substitusi kacang kedelai dan beras merah. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan (K=3), 1 unit percobaan dilakukan 3 kali pengulangan, sehingga total jumlah percobaan adalah 3x1x3 = 9 dan analisis zat gizi diolah secara deskriptif. Dilakukan pula penambahan tepung kedelai dan beras merah pada produk roti tawar Nutriloaf dengan takaran yang berbeda, kemudian hasil yang dianalisis meliputi uji daya terima dan kandungan zat gizi diantaranya energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan T1 meningkatkan daya terima responden dari segi warna, aroma, rasa, tekstur. Kesimpulan: Perlakuan T2 pada produk roti tawar Nutriloaf meningkatkan kandungan gizi protein dan lemak. Ada beda daya terima dan kandungan zat gizi roti tawar Nutriloaf dari masing – masing perlakuan. roti tawar Nutriloaf terbaik pada perlakuan T1 dan kandungan gizi roti tawar Nutriloaf terbaik pada perlakuan T2 yaitu 12,09 gram protein dan 10,09 gram.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jihan Amartia, Baiq Dewi Sukma Septiani, Febrina Sulistiawati, Novia Arista, Dian Septiana, Dwi Andayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








