Gambaran Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS) Pada Ny. K Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Galuh Kecamatan Bojongsari

Authors

  • Nisa Dwi Utami Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Sudiarto Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Eko Julinto Politeknik Yakpermas Banyumas

DOI:

https://doi.org/10.69503/n6wk9a81

Keywords:

Diabetes Melitus Tipe II, Glukosa Darah Sewaktu, Jus Jambu Biji Merah

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau penurunan sekresi insulin. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global dengan jumlah penderita yang terus meningkat, termasuk di Indonesia, Jawa Tengah, dan Kabupaten Purbalingga. Tingginya angka kejadian menunjukkan perlunya penanganan tidak hanya secara farmakologis, tetapi juga melalui alternatif nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Salah satu bahan alami yang berpotensi menurunkan kadar gula darah adalah jambu biji merah (Psidium guajava) yang mengandung flavonoid, vitamin C, serat pektin, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pemberian jus jambu biji merah terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada Ny. K penderita diabetes melitus tipe II di Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui proses keperawatan. Intervensi berupa pemberian jus jambu biji merah sebanyak 300 ml setiap malam selama 12 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah sewaktu. Pada hari pertama terjadi penurunan dari 184 mg/dL menjadi 165 mg/dL, dan hari kedua dari 251 mg/dL menjadi 168 mg/dL. Secara keseluruhan, rata-rata penurunan kadar glukosa darah selama 12 hari sebesar 14,5 mg/dL. Kesimpulannya, pemberian jus jambu biji merah dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah sewaktu dan berpotensi sebagai intervensi nonfarmakologis pendukung pada penderita diabetes melitus tipe II.

References

Basir, S. I., Paramatha, R. N., & Agustin, D. F. (2022). Self Care Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 691–698. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP diakses pada tanggal 3 maret 2025.

Boulton, A. J. M., Vinik, A. I., Arezzo, J. C., Bril, V., Feldman, E. L., Freeman, R., Malik, R. A., Maser, R. E., Sosenko, J. M., & Ziegler, D. (2015). Diabetic Neuropathies. Diabetes Care, 28(4), 956–962. https://doi.org/10.2337/diacare .28.4.956

Brouns, F., Bjorck, I., Frayn, K. N., Gibbs, A. L., Lang, V., Slama, G., & Wolever, T. M. S. (2019). Glycaemic Index Methodology. Nutrition Research Reviews, 18(1), 145–171. https://doi.org/10.1079/NRR2005100

Colberg, S. R., Sigal, R. J., Fernhall, B., Regensteiner, J. G., Blissmer, B. J., Rubin, R. R., Chasan-Taber, L., Albright, A. L., & Braun, B. (2020). Exercise and Type 2 Diabetes. Diabetes Care, 33(12), 147–167. https://doi.org/10.2337/ dc10-9990

Fitriani, S. N. (2021). Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Pengasih Kulon Progo Yogyakarta. Journal of Nutrition College, 2, 674–678. https://digilib.unisayogya.ac.id/882/

Foster-Powell, K., Holt, S. H., & Brand-Miller, J. C. (2020). International Table Of Glycemic Index And Glycemic Load Values: 2002. The American Journal of Clinical Nutrition, 76(1), 5–56. https://doi.org/10.1093/ajcn/76.1.5

Hazni, R., Gustiawan, R., Zulfian, Z., Lestari, S. M. P., Arania, R., & Sudiadnyani, N. P. (2021). Penyuluhan Diabetes Mellitus di Puskesmas Rawat Inap Sukaraja Bandar Lampung. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 4(1), 181–187. https://doi.org/10.33024/jkpm.v4i1.3728

Federasi Diabetes Internasional. (2021). Atlas Diabetes IDF (Edisi ke-10). Federasi Diabetes Internasional.

Jannah, N., & Pohan, V. Y. (2022). Terapi Dzikir Menurunkan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Klien Diabetes Melitus Type II. Ners Muda, 3(3), 250-259. https://doi.org/10.26714/nm.v3i3.9480

Kawengian, P. R., Gedoan, S. P., Rawung, L. D., Rahardiyan, D., Maliangkay, H. P., & Moko, E. M. (2024). Efek Aplikasi Komposit Pati Terhadap Kadar Glukosa Darah High Fat Diet Rattus novergicus. Acta Veteri Aria Indonesiana, 12(3), 263–270. https://journal.ipb.ac.id/index.php/actaveti ndones/article/view/53731

Milviniva, L. R., & Widhi, A. S. (2023). Pengaruh Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn) Terhadap Kadar Glukosa Darah. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 6(2), 442–448. https://doi.org/10.30602/pnj.v6i2.1202

Mukhoiri, N., Setiyawan, & Rakhmawati, N. (2021). Pengaruh Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe II di Desa Mulur Kabupaten Sukoharjo. Stikes Kusuma Husada Surakarta. 1–10. https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/ 99/1/naspub

Oktaviana, S. T., Wulandari, T. S., Keperawatan, A., & Temanggung, A. (2023). Nasi Beras Merah (Oriza Nivara) Uuntuk Pengendalian Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Ilmiah Keperawatan Dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA), 2(1) 36-42 https:// jurnal.akperalkautsar.ac.id/index.php/JIKKA/article/view/103

Qurniawati, D., Fatikasari, A., Tafonao, J., & Anggeria, E. (2021). Pengaruh Diabetes Self-Management Education (DSME) Terhadap Perawatan Diri Pasien Luka Diabetes Melitus. Jurnal Ilmu Keperawatan, 8(1), 10–21. https://jurnal. usk.ac.id/JIK/article/view/17849

Resti, H. Y., & Cahyati, W. H. (2022). Kejadian Diabetes Melitus Pada Usia Produktif Di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 6(3), 350–361. http://journal.unnes. ac.id/sju/index.php/higeia

Rini, S., Manto, O. A. D., & Irawan, A. (2023). Hubungan Pola Hidup terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Journal of Nursing Invention, 3(2), 82–88. https://doi.org/10.33859/jni.v3i2.262

Rusmiyati, N., Permatasari, D. A. I., & Khasanah, I. N. (2023). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi n-Heksan, Etil Asetat, dan Air Kulit Jambu Biji Australia (Psidium guajava L.) Dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(4), 183–206. https://doi.org/10.55606/detector.v1i4.2553

Sulistyowati, E., Handayani, D., & Rudijanto, A. (2022). Asupan Magnesium Hubungannya dengan Kontrol Glukosa Darah pada Penderita DM Tipe 2 Setelah Diberi Intervensi Beras Putih dan Beras Coklat. Indonesian Journal of Human Nutrition, 9(2), 114-123. https://doi.org/10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.1

Utami, M. R., Sholih, M. G., & Kasasiah, A. (2023). Pemanfaatan Beberapa Tanaman sebagai Sumber Antioksidan dan Obat Alternatif untuk Diabetes Melitus. Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming, 6(3), 856–862. https://doi.org/10.30591/japhb.v6i3.4848

Welkriana, P. W., & Rahayu, T. (2022). Gambaran Kadar Glukosa Darah Berdasarkan Kebiasaan Mengonsumsi Jus Jambu Biji Merah Pada Penderita DMT2. Organisms: Journal of Biosciences, 2(1), 41–47. https://doi.org/ 10.24042/organisms.v2i1.11893

Yona, S. (2021). Penyusunan Studi Kasus. Jurnal Keperawatan Indonesia, 10(2), 76-80. https://media.neliti.com/ media/publications/109006-ID-penyusunan-studi-kasus

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Gambaran Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS) Pada Ny. K Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Galuh Kecamatan Bojongsari. (2026). Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(1), 55-63. https://doi.org/10.69503/n6wk9a81

Most read articles by the same author(s)

<< < 3 4 5 6 7 8