Gambaran Nilai HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tenjolaya
DOI:
https://doi.org/10.69503/45w8ww95Keywords:
HbA1c, Diabetes Melitus Tipe II, GlukosaAbstract
Diabetes Melitus tipe II yaitu penyakit kronis yang ditunjukkan dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin. Pemeriksaan HbA1c menjadi indikator penting untuk menilai pengendalian glukosa darah dalam jangka panjang. Adapun tujuannya dari penelitian ini guna memberi gambaran terkait kadar HbA1c pada pasien DM II di Puskesmas Tenjolaya. Metode yang diterapkan yaitu deskriptif melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Pengambilan sampel dilaksanakan secara langsung kepada 30 pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus tipe II pada bulan Februari-Mei 2025 yang diperiksa menggunakan alat Hipro A1 Immunoassay Analyzer. Hasil menunjukkan bahwasanya kadar HbA1c umumnya bertambah seiring bertambahnya usia, serta lebih tinggi pada pasien yang tidak rutin berolahraga dan tidak patuh mengkonsumsi obat. Mayoritas pasien adalah perempuan, yang berkaitan dengan perubahan hormon pasca menopause. Hal ini menekankan pentingnya kontrol glikemik melalui gaya hidup sehat dan kepatuhan terapi guna mencegah komplikasi diabetes.
References
Anshari, A. F., Ichsan, B., & Cholisoh, Z. (2023). Hubungan Kepatuhan Minum Obat terhadap HbA1C dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes di RSI Purwodadi. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 8(3), 317-328. https://doi.org/10.20961/jpscr.v8i3.73753
Ariana, R., Triwahyuni, T., Esfandiari, F., & Nugraha, F. R. (2021). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Diabetes Mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), 146–153.
Bonita, B., Asnawi, H., & Aulia, H. (2017). Hubungan Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur, dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar HbA1c Pada Pasien DM Tipe 2 yang Datang ke Poliklinik Endokrin Metabolik Diabetik di RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang. Biomedical Journal of Indonesia, 3(1), 30–38. Retrieved from https://bji-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/bji/article/view/4
Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. J Majority, 4(5), 93–101.
Fikri, E. A., Setiawan, I., Sulistyoningtyas, S., & Puspitasari, M. (2024). Hubungan Kadar HbA1c dan Usia dengan Kejadian Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(Januari), 75–82.
Kusdianti, A. (2020). Hubungan Kadar Hemoglobin Dan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Repository Perpustakaan Stikes Nasional Surakarta, 97–102.
Mahdia, F. F., Susanto, H. S., & Adi, M. S. (2018). Hubungan Antara Kebiasaan Olahraga dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 (Studi di Puskesmas Rowosari Kota Semarang Tahun 2018). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(5), 267 - 276. https://doi.org/10.14710/jkm.v6i5.22022
Putri, R. P. D., Karneli, & Utami, L. (2024). Gambaran Kadar HbA1c pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sekayu. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4, 14629–14643.
Sarihati, I. G. A. D., Karimah, H. N., & Habibah, N. (2019). Gambaran Kadar HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Wangaya. Meditory : The Journal of Medical Laboratory, 6(2), 88–98. https://doi.org/10.33992/m.v6i2.442
Soelistijo, S. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syafilla Rhamdini Vieranddhy, Andini Kusdiantini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








