Hubungan Tingkat Pendidikan, Pendapatan, dan Riwayat Pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK) terhadap Keterampilan Penilaian Status Gizi Melalui Pengukuran Antropometri

Authors

  • Nonis Aprilianti Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
  • Muhammad Syamsussabri Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
  • Novia Arista Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
  • Nurmaningsih Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

DOI:

https://doi.org/10.69503/medika.v6i1.1668

Keywords:

Keterampilan, Antropometri, TPK

Abstract

Keterampilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam melakukan pengukuran antropometri sangat penting untuk memperoleh data status gizi balita yang akurat. Faktor seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan diduga memengaruhi keterampilan teknis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan dengan keterampilan TPK dalam penilaian status gizi balita melalui pengukuran antropometri di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 96 responden dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi keterampilan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar TPK berpendidikan SMA/sederajat 40,6% dan perguruan tinggi 45,8%. Sebanyak 56,3% memiliki pendapatan setara UMK, dan 47,9% belum pernah mengikuti pelatihan. Sebanyak 43,8% TPK dinyatakan terampil dan 56,3% belum terampil. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (nilai p-value = 0,000; p = 0,699) dan tingkat pendapatan (nilai p-value = 0,000; p-value = 0,405). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara riwayat pelatihan (nilai p-value = 0,0198; p-value = -0,133). Kesimpulannya terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan keterampilan TPK dalam pengukruan antropometri, sedangkan riwayat pelatian tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

References

Arifin, J., Zulkarnain, & Misnaniarti. (2022). Pengaruh Intensif terhadap Kinerja Kader Posyndu. Jurnal Kesehatan, 13(1), 71–79. https://doi.org/10.35730/jk.v12i0.797

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Data Keluarga Berisiko Stunting di Indonesia. SIGA BKKBN. https://satgasstunting.info/web/krs.php

Febriyanti, Endah, T. A., Purnamawati, D., Handari, S. R. T., & Pasaribu, E. S. (2025). Akurasi Presisi Pengukuran Antropometri Balita oleh Kader Posyandu dalam Mengidentifikasi Kejadian Stunting di Puskesmas Sadeng Pasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1), 27–42. https://doi.org/10.14710/jkm.v13i1.46750

Hardiyanti, R., Jus’at, I., & Angkasa, D. (2018). Hubungan Lama Kerja Menjadi Kader, Pengetahuan, Pendidikan, Pelatihan dengan Presisi dan Akurasi Hasil Penimbangan Berat Badan Balita oleh Kader Posyandu. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 3(1), 74–81. https://doi.org/10.30867/action.v3i1.102

Hariani, & SKM, R. (2017). Hubungan Motivasi dengan Kinerja Kader Posyandu di Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2), 120–132. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v3i2.289

Hariyanti, H. F., & Permana Putri, E. B. (2022). Correlation of The Length Of Being A Cadre, Knowledge, Education, Training, Skills With The Precision and Accuracy of Children Under Five’s Weighing Results By Integrated Healthcare Post (Posyandu) Cadres In The Working Area Of Bangkalan Public Health Center, Bangkalan District, Indonesia. Journal of Public Health Research and Community Health Development, 5(2), 117–125. https://doi.org/10.20473/jphrecode.v5i2.25838

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Standar Alat Antropometri dan Alat Deteksi Dini Perkembangan Anak. Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kementrian Kesehatan Republik Indoneisa. (2022). Status Gizi SSGI 2022. Dalam BKPK Kemenkes RI. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/laporan-hasil-survei/

Mikawati., Lusiana, E., Suriyani, S., Muaningsih, M., & Pratiwi, R. (2023). Deteksi Dini Stunting Melalui Pengukuran Antropometri pada Anak Usia Balita. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 4(1), 277–284. https://doi.org/10.36908/akm.v4i1.862

Nomlenia, D. S., Nahak, M. P. M., & Goa, M. Y. (2021). Pengetahuan dan Peran Kader dalam Penilaian Status Gizi balita di Puskesmas Alak. CHM-K Applied Scientific Journals, 4(1), 29–40. https://doi.org/10.37792/casj.v4i1.963

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Prodyanatasari, A., Purwasih, Y., Prasetyani Putri, M., & Purnadianti, M. (2024). Evaluasi Penggunaan Antropometri untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran Sebagai Indikator Deteksi Dini Stunting. Jurnal Wiyata, 11(1), 25–35. https://doi.org/10.56710/wiyata.v11i1.778

Rahmadi, A., Rusyantia, A., & Wahyuni, E. S. (2023). Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu tentang Antropometri, Pemantauan Pertumbuhan dan Makanan Balita Melalui Pelatihan dan Pendampingan dalam Rangka Pencegahan Stunting di Desa Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(6), 1811–1818. https://doi.org/10.54082/jamsi.1027

Rahmayanti, W., Fitriani, S., Hidayani, W. R., Yogaswara, D., Turiano, L., & Tagum, K. N. H. (2022). Factors Related to the Performance of Cadres in the Implementation of Community Based Health Service Activities. Journal of Public Health Sciences, 1(2), 55–70. https://doi.org/10.56741/jphs.v1i02.82

Sulianty, A., Suseno, M. R., Yuni, B., Hamidiyanti, F., & Faiqah, S. (2022). Perbedaan Keterampilan Kader Dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita Berdasarkan Umur, Pendidikan Pekerjaan, Lama Mejadi Kader dan Jenis Posyandu di Wilayah Puskesmas Cakranegara Kota Mataram Tahun 2022. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 63–69. https://doi.org/10.32831/jik.v11i1.450

Sulistiyanto, A. D., Jauhar, M., Lestari, D. T., Rahmawati, A. M., Suwandi, E. W., Kartikasari, F., & Pusparatri, E. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Deteksi Dini Stunting Berbasis Masyarakat pada Kader Kesehatan. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 14(2), 425–436. https://doi.org/10.26751/jikk.v14i2.1827

Sulistiyawati, I., & Pratiwi, I. G. (2019). Pengaruh Pelatihan terhadap Keterampilan Kader Posyandu dalam Pencatatan KMS Balita. Jurnal PPG Bidang Gizi, 3(1), 1–9. https://e-jurnal-akbidjember.ac.id/index.php/jkakj/article/view/18

World Health Organization (WHO). (2025). Health Topics Indonesia. https://www.who.int/indonesia/health-topics

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Hubungan Tingkat Pendidikan, Pendapatan, dan Riwayat Pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK) terhadap Keterampilan Penilaian Status Gizi Melalui Pengukuran Antropometri. (2026). Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(1), 90-98. https://doi.org/10.69503/medika.v6i1.1668

Most read articles by the same author(s)