REKONSTRUKSI MAKNA SIMBOLIK DALAM UPACARA ADAT AKIBAT INTERAKSI ANTARA MODERNISASI DAN DIGITALISASI PADA MASYARAKAT BUDAYA DI INDONESIA

Authors

  • Zilal Hidayatulloh Program Studi Sosiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
  • Supriadi Program Studi Sosiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
  • Usnul Melawati Program Studi Sosiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69503/jip.v3i1.1616

Keywords:

Rekonstruksi Makna Simbolik, Upacara Adat, Modernisasi, Digitalisasi, Budaya Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi makna simbolik dalam upacara adat di Indonesia sebagai akibat interaksi antara modernisasi dan digitalisasi. Fokus utama penelitian terletak pada bagaimana perubahan sosial dan teknologi memengaruhi cara masyarakat memahami, mempertahankan, dan mengadaptasi simbol budaya dalam praktik ritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multi-kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi dan konten digital. Analisis data dilakukan dengan teknik tematik dan semiotik untuk mengidentifikasi pola perubahan makna simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi makna simbolik berlangsung melalui tiga pola utama, yaitu reduksi makna, transformasi makna, dan reproduksi makna dalam ruang digital. Reduksi makna terjadi ketika simbol budaya kehilangan kedalaman filosofis akibat komodifikasi dan penyederhanaan visual. Transformasi makna mencerminkan adaptasi masyarakat dalam menyesuaikan simbol dengan konteks modern. Sementara itu, reproduksi makna menunjukkan peran media digital sebagai ruang baru dalam membentuk dan menyebarkan makna budaya secara lebih luas. Faktor kelembagaan adat, peran tokoh budaya, serta keterlibatan generasi muda menjadi penentu penting dalam proses tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai agen aktif dalam perubahan budaya. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu dilakukan melalui pendekatan adaptif yang menjaga keseimbangan antara inovasi dan nilai simbolik.

References

Andriani, A., & Munawaroh, M. (2025). Pengaruh digitalisasi terhadap masyarakat suku Baduy dalam mempertahankan adat dan tradisi leluhur. Master Manajemen. 3(1). https://doi.org/10.59603/masman.v3i1.710

Farlina, N. (2024). Digital rituals and cultural remix: Reinterpreting Tari Piring on YouTube. Harmonia. 2(2). https://doi.org/10.61978/harmonia.v2i2.670

Firtikasari, M., Karyono, T., Sukmayadi, Y., Milyartini, R., & SP, I. (2025). Rekonstruksi Kidung Banyu Pitu Dalam Upacara Selamatan Memit. Jurnal Budaya Nusantara, 7(2), 73-81. https://doi.org/10.36456/jbn.vol7.no2.10140

Gunagraha, S., & Kholilurrahman, K. (2024). Preserving Local Traditions in the Digital Age: Adapting the'Mapak Tanggal'Ritual as an Intergenerational Solution. Jurnal Islam Nusantara, 8(2), 219-232. https://doi.org/10.33852/jurnalnu.v8i2.569

Hasan, F., Fadillah, D., Willya, E., & Sugitanata, A. (2023). Symbolic Reverence: An Ethnographic Study on the Tonggoluan and Pusi’Death Rituals Within Bolaang Mongondow Society Through Victor Turner's Perspective. Potret Pemikiran, 27(2), 161-172. https://doi.org/10.30984/pp.v27i2.2471

Irfani, H. Z., Nurjana, L., Insani, N. F. A., Sari, W. D., Abdurrahman, M. F., & Ediyono, S. (2025). Sekaten Solo Di Simpang Tradisi Dan Komodifikasi: Kajian Kritis Atas Pergeseran Sakralitas Menuju Komersialisasi Budaya Di Kota Solo. Jurnal Budaya Nusantara, 8(1), 19-28. https://doi.org/10.36456/jbn.vol8.no1.10566

Lasino, M. S., Irsyadi, A. N., Amalia, N., & Shobri, M. (2023). The Semiotic Study of Slametan Ngawandasa Ndinteni: Understanding the Significance of Symbolic Communication in the Modernization Era of East Kasiyan Village. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 9, 185-92. https://doi.org/10.55637/jr.9.2.7732.185-192

Luqmi, F. Z., Abas, E., Istiana, I., & Karmila, K. (2025). Integrating local wisdom and modern technology to address Society 5.0 era challenges in culture. Jurnal Impresi Indonesia, 4(1), 1052-1061. https://doi.org/10.58344/jii.v4i1.6226

Paganini, A. P., Widana, I. N. M., Sumari, M., & Suardana, I. K. P. (2023). Maintaining Traditional Cultural Communication in Digital Media (Study on the Maintenance of the Sorong Serah Aji Krama Tradition on Community Social Interaction in Bayan, North Lombok). Journal of Digital Media Communication, 2(1), 21-28. https://doi.org/10.35760/dimedcom.2023.v2i1.8289

Rahman, M. A., Subiyakto, B., & Susanto, H. (2025). Changes in the Traditional Ceremony of Mesiwah Pare to Mesiwah Pare Gumboh Dayak Deah, Liyu Village, Halong District, Balangan Regency, South Kalimantan. Jurnal Pendidikan IPS, 15(3), 740-750. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i3.2874

Salem, V. E., & Mesra, R. (2024). Digital Transformation of Minahasa Thanksgiving Ceremony: Analysis of Symbolic Meaning Shift in the Social Media Era. Jurnal Masyarakat Digital, 1(1), 11-17. https://doi.org/10.64924/n1b4dx78

Sapatulloh, A. R., Alam, A. M. U. N., Siswoyo, M., & Erawati, D. (2024). Understanding Sunda Wiwitan of Cigugur Kuningan: Between Tradition, Culture, and Adaptation of Communication Technology. Journal Transnational Universal Studies, 2(10), 509-517. https://doi.org/10.58631/jtus.v2i10.122

Souisa, E. V., & Kissya, V. (2025). Simbol, Solidaritas, dan Memori Kolektif: Perspektif Komunikasi Budaya pada Ritual Obor Pattimura di Tuhaha, Maluku Tengah. Populis: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 19(2), 200-212. https://doi.org/10.30598/populis.19.2.200-212

Tarigan, D. A. B., & Marsa, Y. J. (2025). The Symbolic Meaning Of The Mengket Rumah Mbaru Ceremony Among The Karo Ethnic Group. IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 9(1), 49-64. https://doi.org/10.30821/ijtimaiyah.v9i1.23930

Tashya, N. A., & Mardhotillah, S. (2025). Mempertahankan tradisi kebudayaan Sakura dan Nyambai di Lampung Barat dalam era modernisasi. Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan, 9(1), 1-14. https://doi.org/10.23960/tiyuhlampung.v9i1.801

Tsaltsabilla, A., Amelia, L., Maharani, S., Cahyani, Y. A., & Purwanto, E. (2025). Ritual Digital: Bagaimana Media Sosial Mengubah Perayaan Tradisional. Indonesian Culture and Religion Issues, 2(3), 15. https://doi.org/10.47134/diksima.v2i3.208

Warto, A. S. (2025). Dekonstruksi dan Transformasi Makna Tradisi Mandi Kasai dalam Masyarakat Lubuklinggau. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 7(2), 43-49. https://doi.org/https://doi.org/10.31540/sindang.v7i2.3416

Yunita, R. R. R. M., Putri, N., Rahmadini, D. N., & Hermawati, D. (2024). Pelestarian Adat Istiadat Masyarakat Baduy Di Era Modernisasi. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora. 2(1). 88-96. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i1.681

Yunus, R., Adhani, Y., Pangalila, T., Cuga, C., & Noe, W. (2024). Tradisi dan modernitas: Tantangan masyarakat Bajo di Torosiaje dalam pelestarian budaya. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(2), 368-380. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i2.10619

Zelfia, Z., Cangara, H., Pulubuhu, D. A. T., & Unde, A. A. (2024). Navigating the Digital Tide: The Identity Resilience of the Ammatoa Indigenous Community amidst Communication Technology Shifts. International Journal Papier Public Review, 5(1), 19-29. https://doi.org/10.47667/ijppr.v5i1.294

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

REKONSTRUKSI MAKNA SIMBOLIK DALAM UPACARA ADAT AKIBAT INTERAKSI ANTARA MODERNISASI DAN DIGITALISASI PADA MASYARAKAT BUDAYA DI INDONESIA. (2025). Jurnal Inen Paer (JIP), 3(1), 16-30. https://doi.org/10.69503/jip.v3i1.1616