Gerakan Masyarakat Cerdas Obat: Edukasi Penyimpanan Obat yang Aman dan Tepat di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat

Authors

  • Hadija Marasabessy Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Nanda Nurfauziah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Gidion Tetehuka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Hamlet Rahakratat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Keyza Vina Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Gresya Banne Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Dwi Aprilia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Citra Andira Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Adrianti Sitaba Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua

DOI:

https://doi.org/10.69503/abdinesia.v6i2.1693

Keywords:

Stabilitas Obat, Penyimpanan Obat, Edukasi Masyarakat

Abstract

Stabilitas obat merupakan aspek penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat selama penyimpanan dan penggunaan. Penyimpanan obat yang tidak sesuai dapat menyebabkan perubahan fisik, kimia, maupun mikrobiologis yang berpotensi menurunkan kualitas dan khasiat obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai stabilitas obat serta cara penyimpanan obat yang baik dan benar di lingkungan rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 09.00–12.00 WIT di Jl. Trikora, Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, dengan melibatkan 16 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi mengenai pengertian stabilitas obat, faktor yang memengaruhi stabilitas seperti suhu, cahaya, dan kelembapan, cara penyimpanan obat yang tepat, serta dampak penyimpanan yang tidak sesuai. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, dan evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta menunjukkan antusiasme melalui keaktifan dalam mengikuti penyampaian materi serta mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menyimpan obat dalam kemasan asli, menutup kemasan dengan rapat, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, menghindari paparan panas, kelembapan, dan sinar matahari langsung, serta memeriksa perubahan fisik obat sebelum digunakan. Edukasi mengenai stabilitas dan penyimpanan obat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga mutu obat sehingga keamanan dan efektivitas penggunaannya tetap terjamin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arinar, A. R., Kartikaningrum, V., & Nurcahyani, D. (2024). Pengetahuan Masyarakat tentang Penyimpanan dan Pembuangan Obat di Ngrayun, Ponorogo. Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 2(2), 214–235.

Astuti, A. D. (2024). Beyond Use Date Berdasarkan Sediaan Obat. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RSUP Fatmawati Jakarta.

Eprariana, Maulidia, F., & Yoshi, N. C. (2025). Evaluasi Stabilitas Obat Sirup: Tinjauan Ilmiah Parameter Organoleptik, pH, dan Viskositas. Jurnal Penelitian dan Sains Farmasi Klinik, 2(2), 1–13.

Fadli, M., Hafidz, M., & Latifah, N. (2025). Studi Stabilitas Sediaan Suspensi Obat dalam Kondisi Suhu yang Berbeda. Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 3(4), 257–265.

Mukriani, M., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Stabilitas Fisik dan Kimia Sediaan Sirup Parasetamol di Suhu Penyimpanan Berbeda: Penelitian Laboratorium untuk Menilai Kestabilan Sediaan Farmasi Berdasarkan Kondisi Penyimpanan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(3), 881–889.

Ramadhany, A., Utami, M., Ramadhani, D., & Lismawan, G. (2025). Review Sistematis: Pengaruh Kondisi Penyimpanan terhadap Stabilitas Tablet Vitamin C dan Aspirin. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 8(4), 2760–2776.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Gerakan Masyarakat Cerdas Obat: Edukasi Penyimpanan Obat yang Aman dan Tepat di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat. (2026). Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 96-100. https://doi.org/10.69503/abdinesia.v6i2.1693