Edukasi Kesehatan tentang Latihan Otot Progresif sebagai Upaya Mengatasi Kecemasan Pada Narapidana
DOI:
https://doi.org/10.69503/abdinesia.v6i2.1679Keywords:
Edukasi Kesehatan, Kecemasan, Latihan Otot ProgresifAbstract
Kondisi kehilangan kebebasan dan overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memicu tekanan psikologis berat bagi narapidana. Manifestasi klinis yang mendominasi adalah kecemasan yang berdampak pada gangguan tidur (insomnia) hingga ketegangan otot. Latihan Otot Progresif atau Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi salah satu intervensi non-farmakologi mandiri yang efektif untuk memutus rantai kecemasan tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih narapidana menggunakan teknik PMR sebagai mekanisme koping adaptif untuk mengatasi kecemasan secara mandiri. Pendekatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan interaktif melalui media presentasi PowerPoint (PPT), pembagian leaflet, serta metode demonstrasi langsung. Kegiatan ini melibatkan 25 narapidana (4 wanita dan 21 laki-laki) di Lapas. Tingkat penguasaan psikomotorik peserta diukur pada sesi akhir melalui metode redemonstrasi terhadap 7 gerakan inti PMR. Sesi tanya jawab awal mendeteksi bahwa 84% peserta mengeluhkan gejala fisik akibat kecemasan, namun 100% belum mengenal teknik PMR. Evaluasi pasca-intervensi menunjukkan keberhasilan transfer keterampilan yang sangat memuaskan, dengan rata-rata tingkat penguasaan gerakan berada di atas 88%. Peserta menunjukkan atensi visual, pemahaman kognitif, dan kemampuan motorik yang tinggi dalam mempraktikkan variasi gerakan wajah dan tubuh secara tepat. Edukasi kesehatan berbasis PMR terbukti efektif membekali warga binaan dengan keterampilan koping yang mandiri, murah, dan aplikatif untuk meredakan ketegangan fisik serta mengelola kecemasan selama masa pembinaan di Lapas.
Downloads
References
Alhawatmeh, H., Al-Shdayfat, N. M., Al-Owan, A., & Al-U'datt, D. (2022). Effect of Progressive Muscle Relaxation on Anxiety and Sleep Quality in Patients With Chronic Conditions. Frontiers in Psychology, 15(1), 1–10.
Fazel, S., Hayes, A. J., Bartellas, K., Clerici, M., & Trestman, R. (2016). Mental Health of Prisoners: Prevalence, Adverse Outcomes, and Interventions. The Lancet Psychiatry, 3(9), 871–881.
Harner, H. M., Budescu, M., & Gill, A. F. (2015). The Impact of Incarceration on the Mental Health of Women: Anxiety and Self-Concept. Journal of Correctional Health Care, 21(3), 234–245.
Lani, M. F. N. (2025). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Stres pada Narapidana Laki-laki. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 12(1), 45–53. https://jks-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/jk_sriwijaya/article/view/294
Mandira, Y., & Safaria, T. (2019). Tingkat Kecemasan dan Konsep Diri pada Narapidana Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 8(2), 112–121.
Sulistyorini, A., Ahsan, & Susmiatin, E. A. (2016). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Kognitif terhadap Tingkat Kecemasan Tahanan. The Indonesian Journal of Health Science, 7(1), 41–51. http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/article/download/41/36
Tampubolon, R., & Prihanto, S. (2023). Gambaran Tingkat Depresi dan Kecemasan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Jurnal Keperawatan Profesional, 11(2), 89–98.
Tyler, N., Miles, H. L., & Byrne, G. (2019). Mental Health Prevalence in the Criminal Justice System: A Evaluation of Prison Mental Health Services. Journal of Forensic Psychiatry & Psychology, 30(4), 602–619. doi.org
World Health Organization. (2007). Health in Prisons: A WHO Guide to the Essentials in Prison Health. WHO Regional Office for Europe.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rifki Sakinah Nompo, Merlis Simon, Fatimah, Josepha Mariana Tamaela, Muhammad Amas Hidayah, Kristian Alfian Su

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








