Sosialisasi Peran Apotek Hidup dalam Mewujudkan Desa Pakuan Sehat dan Mandiri
DOI:
https://doi.org/10.69503/abdinesia.v6i2.1438Keywords:
Apotek Hidup, Desa Pakuan, Desa Sehat dan MandiriAbstract
Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan mayoritas penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani melalui kegiatan bercocok tanam. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki beragam sumber daya alam, baik di daratan maupun di perairan. Kondisi ini membuat berbagai jenis tanaman dapat tumbuh subur di wilayah Indonesia.Tanaman tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan atau hiasan, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam bidang kesehatan. Sejak lama, masyarakat memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai sarana penyembuhan tradisional. Pengetahuan mengenai khasiat tanaman ini telah diwariskan secara turun-temurun, jauh sebelum ditemukannya berbagai obat modern berbahan kimia oleh para ilmuwan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pakuan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga mengenai pemanfaatan lahan pekarangan melalui program apotek hidup. Apotek hidup merupakan konsep penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya preventif maupun kuratif terhadap penyakit ringan, serta mendukung kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, serta praktik langsung penanaman dan perawatan tanaman obat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat tanaman obat, antusiasme dalam menanam TOGA, serta terbentuknya kebun apotek hidup sebagai sarana edukasi dan sumber bahan obat tradisional di tingkat rumah tangga. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus pelestarian tanaman obat di lingkungan Desa Pakuan.
Downloads
References
Aqidah, F., Antasari, J. P. I., Wahid, R. R., Satriani, M. Y. J., Wahid, W., & Santos, H. A. D. (2025). Enhancing Community Knowledge on the Utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) for Disease Prevention. Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat, 2(5), 246–252. https://doi.org/10.61220/jsipakatau.v2i5.2534
Dramawan, A. R. Rusmini, and M. U. Ningsih.(2022). Pendampingan Pemanfaatan Jahe Merah Sebagai Bahan Pengobatan Non-Farmakologi Pada Masyarakat Desa Karang Bayan. Selaparang, 6(1), 60–60, https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i1.6622
Hidayati, N.R., Muhaerin, K., Sari, I. M., Chahyani, O. D., Listiyani, L., Afriliani, P., Amanah, L. L., Laila, L., Setiawan, D. F. N., & Ainun, R. N. Community Empowerment in the Use of Family Medicinal Plants (TOGA). (2023). Community Empowerment, 8(9), 1416-1423. https://doi.org/10.31603/ce.10315
Meiyanti., Yohana., Margo, E., Kartadinata, E., & Chudri, J. (2023). Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat Untuk Menunjang Kesehatan Masyarakat Kelurahan Angke. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 4(2), 452-458. https://doi.org/10.35870/jpni.v4i2.271
Pakpahan, A. P., Garandina, A., Imelda., & Hasibuan, E. K. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Desa Silau Dunia Melalui Penanaman Apotek Hidup Meningkatan Kesehatan Masyarakat. Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 172-177. https://doi.org/10.59435/gjpm.v4i1.2043
Ristagari, F., & Arkhan, I. Z. (2025). Review Jurnal: Potensi dan Masalah dalam Pengembangan Kemandirian Bahan Baku Obat Tradisional di Indonesia. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(6), 904–908. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i6.6418
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jihan Sumayyah, Muhammad Ghaffar Mabrory, Putri Imania, Kusmayadi, Rahmawati Mahmud, Sandi Ardianto, Juraidah Usman, Sulman, Lalu Hendriawan, Sofyani Prihartini, Sajaan Sofyan, Syahrul Falah, Dian Neni Naelasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








